SURGA ITU DISINI

#inspiranesia4

Tanah Papua tanah yang kaya

surga kecil jatuh ke bumi

Seluas tanah sebanyak madu

adalah harta harapan

(Aku Papua-Edo Kondologit)

Bicara lebih dalam mengenai Indonesia, maka kita juga tentu membahas mengenai keindahan dan kekayaan alam yang dimilikinya. Anugerah yang begitu besar yang sudah Tuhan turunkan di setiap sudut tanah Indonesia ini. Berbagai macam keindahan dan kekayaan alam dimiliki masing-masing daerah di Indonesia. tentu saja dengan ciri khas dan keunggulan masing-masing.

Indonesia Timur, khususnya Raja Ampat merupakan wilayah yang sudah tidak perlu diragukan lagi keindahan alamnya. Pegunungannya, daratan, pantai, laut dan bawah laut menyimpan begitu banyak hal yang sangat eksotis. Raja Ampat kemudian menjadi sepotong surga yang sudah tuhan bocorkan ke dunia. Bukan hanya sekedar kekayaan alamnya, kekayaan manusianya juga menyimpan keunikan dan anugerah tersendiri.

Sebuah kesempatan yang tidak terlupakan bagi kami, melaksanakan KKN di Raja Ampat. Lokasi KKN kamii tepatnya berada di Distrik Teluk Mayalibit yang berjarak sekitar 30 Km dari ibukota Waisai. Wilayah Distrik Teluk Mayalibit memiliki ciri khas sebagai pintu masuk dari Teluk Mayalibit. Dan kampung Warsambin tepat berada tidak jauh dari puntu masuk teluk tersebut.

Air teluk yang tenang dan jernih, hutan lebat, hewan-hewan liar menjadi pemandangan kami sehari-hari. Keadaan yang begitu jauh dibandingkan keadaan alam asal kami di pulau Jawa. Masyarakat menjadikan alam sebagai sahabat, mereka hidup dari alam tetapi tetap menjaganya dengan keluhuran dan kearifan lokal yang ada. Manusia dan alam hidup selaras dan saling menjaga menghidupi.

Begitu banyak kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini, tapi dengan begitu saja begitu mudahnya lenyap oleh kerakusan manusianya. Ketika manusia berpikir, alam adalah warisan dari pendahulunya makan dengan rakus akan mereka habiskan. Tetapi semoga dengan berpikir, alam adalah titipan cucu kita di masa depan manusia akan tetap menjaganya.

Sebuah kesempatan luar biasa bagi kami, bisa menginjakkan kaki kami, melihat biru langit dan lautnya, melihat hijau dan lebat hutannya dan menghirup udara segarnya. Semua itu kami dapatkan di Raja Ampat. Surga itu ada disini….. Terima Kasih Tuhan.

Gambar

Advertisements

MENCARI SEPOTONG SURGA TIMUR INDONESIA

“Tulisan ini diikutkan dalam Jailolo, I’m Coming!” Blog Contest yang diselenggarakan oleh Wego Indonesia dan Festival Teluk Jailolo

 

Berbicara mengenai keindahan dan kekayaan alam Indonesia memang tidak pernah habisnya. Setiap jengkal bumi khatuliswa ini diberi anugerah yang begitu spesial oleh Tuhan Yang  Maha Kuasa dengan berbagai potensinya masing-masing. Dan tidak pernah ada habisnya tentang cerita keindahan dan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Bicara lebih dalam lagi kekayaan Indonesia, khususnya Indonesia Timur maka pasti membuat banyak orang berdecak kagum dengan apa yang ada disana. Kekayaan yang tersebar dari atas gunung, daratan, pantai, laut, bawah air belum lagi sisi budaya dan masyarakatnya sungguh sangat eksotis. Hingga muncul sebutan, sepotong surga yang jatuh ke bumi.

Kini, siapa yang tidak ingin pergi ke Indonesia Timur; menginjakkan kakinya, merasakan udaranya, merasakan airnya dan merasakan atmosfer kehidupan disana.. Tentu saja, masyarakat lokal maupun mancanegara sangat ingin untuk pergi ke Indonesia Timur.

Saya sendiri masih sangat penasaran untuk bisa langsung menyelami apa yang dimiliki oleh Indonesia Timur. Saya ingin lebih dekat dengan mereka, alamnya, masyarakatnya, kearifan lokal dan berbagai hal yang tidak kita temui di tempat lain.  Pelaksanaan Festival Teluk Jailolo 2013 ini menjadi salah satu pembuka jalan untuk pergi mencari sepotong surga di Indonesia Timur.

Ada beberapa hal yang membuat saya ingin sekali pergi kesana. Pertama, saya bertekad untuk mengunjungi berbagai tempat yang ada di Indonesia dan Jailolo (Maluku ) adalah salah satunya. Pergi kesana bukan hanya untuk menikmati apa yang ada, tapi lebih dalam, untuk belajar menjadi lebih Indonesia. Karena mengenal Indonesia tidak cukup hanya melihat dari media, tapi dengan pergi langsung dan merasakan tiap jengkal tanah pertiwi. Bagaimana kau kenal Indonesia jika tidak merasakannya langsung bukan?

Kedua, adalah sebuah proses pembelajaran. Dengan pergi ke berbagai macam daerah, tentu saja kita akan menemukan berbagai hal yang unik dan berbeda.. Dan Tuhan sudah memberikan berbagai bermacam keberagaman yang menjadi kakayaan tersendiri bagi Indonesia.. Tentu saja Jailolo memiliki karakteristik sendiri, dengan keunikannya sebagai tempat belajar.

Ketiga adalah sebuah hashtag/tanda pagar (#) Inspiranesia yang merupakan akronim Inspirasi Indonesia. Hashtag tersebut menjadi sebuah catatan mengenai inspirasi yang saya dapatkan dari berbagai tempat di Indonesia. Dengan mendapatkan berbagai inspirasi tersebut kemudian saya ingin membagi kepada orang lain melalui berbagai media yang ada. Kemudian saya teringat pada sebuah bagian lagu:

 “….siapa lagi kalau bukan kamu yang jadi duta untuk bangsamu…
Negri yang kaya kamupun tahu sekarang giliran dunia yang tahu”

Lagu Melayu – Pandji Pragwaksono

Dan, jika saya bisa pergi kesana apa yang kemudian bisa saya lakukan?. Pertama seperti beberapa poin diatas, saya pasti membagi pengalaman kepada orang lain dengan berbagai sarana media yang ada (blog, socmed, foto). Kedua, tentu saja yang terlibat dengan kegiatan ini sangat banyak. Dengan banyaknya ini kemudian membentuk gerakan kolektif untuk lebih mengenalkan Jailolo ke banyak pihak diluar sana. Ketiga, dengan bersama menggandeng institusi yang terkait (pemerintah, media, NGO) untuk sama-sama memperkenalkan dan menjaga Jailolo.

“karena untuk menjadi lebih Indonesia, kita harus pergi, meresapi dari tiap jengkal tanah ibu pertiwi.

Jailolo i’m coming!”

 

Gambar

 

sumber: http://saripedia.files.wordpress.com/2010/10/malut2.jpg

 “mari menjadi lebih Indonesia!”

 

Gambar

 

http://2.bp.blogspot.com/-rQJVY99CYeI/URCV8zsaJII/AAAAAAAAAvc/jegMUh6_U2I/s1600/indonesia_raya_by_batatx-d5ay8bh.jpg

KEBANGKITAN NASIONAL 2.0

Ternyata sudah 104 tahun berlalu sejak berdirinya Boedi oetomo, momentum pada tanggal 20 mei 1908 tersebut kemudian ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari kebangkitan Nasional. Berdirinya boedi oetomo menjadi penanda lahirnya era baru perjuangan pemuda pada masa tersebut. pada masa tersebut juga berdiri berbagai organisasi dengan berbagai latar belakang pergerakan. Pada masa tersebut berdiri SI, SDI, Muhammadiyah dan banyak lagi.
Era yang dianggap kebangkitan nasional menjadi penanda baru metode perjuangan dengan pola organisasi. Seperti kutipan yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dalam jejak langkah “didiklah masyarakat dengan organisasi dan didiklah pemerintah dengan perlawanan”. Organisasipun terbukti menjadi wadah yang efektif bagi masyarakat untuk lebih maju. Hingga proses kemerdekaan Indonesia pada 1945, makin banyak organisasi yang berdiri dan menjadi wadah perjuangan. Masa tersebut menjadi era kebangkitan nasional 1.0.
Puluhan tahun sudah berlalu sejak zaman itu, Indonesia memasuki era baru dalam bingkai reformasi. Reformasi menjadi babak baru sejarah bangsa Indonesia. Rezim korup yang berkuasa selama 32 tahun runtuh atas desakan yang sangat kuat dari masyarakat Indonesia. Reformasi diharapkan melahirkan sebuah tatanan baru bagi kebangsaan Indonesia. Akan tetapi, sudah 14 tahun reformasi berjalan tidak juga terjadi perubahan yang signifikan dan memperbaiki masyarakat.
Empat belas tahun setelah reformasipun Indonesia masih jalan ditempat dan belum banyak berubah menjadi bangsa yang besar. Sebut saja kemiskinan, korupsi, pemerataan, pendidikan masih menjadi masalah serius yang belum tertangani. Masalah-msalah tersbut menjadi bagian keseharian dari bangsa Indonesia. Tentu saja hal ini sangat merisaukan bagi bangsa Indonesia.
Anak muda yang selalu diidentikkan dengan semangat perubahan pasti selalu dijadikan harapan terbesar bagi perbaikan bangsa. Anak muda harusnya tidak hanya tinggal diam berpaku tangan menunggu negerinya hancur. Dengan segala potensi, semangat, dan kemampuan yang dimiliki anak muda harus bergerak membuat perubahan. Akan tetapi, ruang gerak anak muda seringkali tidak dianggap dan hanya mengganggu saja oleh orang tua. Kondisi inilah yangmembuat anak muda harus berbuat.
Hari ini banyak sekali anak-anak muda Indonesia yang memberi sinar harapan akan perubahan bangsa. Banyak sekali anak-anak muda potensial yang memiliki kepedulian dan sensitivitas yang tinggi terhadap realita bangsanya. Anak-anak muda ini bergerak dengan banyak cara dan jalan untuk berbuat hal-hal yang bermanfaat. Organisasi, komunitas dan gerakan-gerakan banyak yang berdiri dan memiliki visi untuk berbuat bagi kemajuan Indonesia. Tentu saja, ni sebuah kekuatan baru yang tidak bisa disepelekan.
Kini yang menjadi catatan penting adalah semua elemen anak bangsa tersebut saling bersinergi satu sama lainnya. Sangat disayangkan jika terjadi persaingan bahkan saling meniadakan antar kelompok-kelompok tersebut. ini akan menjadi kekuatan yang mahadahsyat untuk membuat bangsa ini jauh lebih maju. Jika era sebelum kemerdekaan, masalah kedaulatan kemerdekaan melwan penjajah menjadi common enemy. Maka, hari ini masalah-msalah yang masih mengganjal di bangsa Indonesia jadi musuh bersama yang harus dituntaskan.
Berkaca dari sejarah bukan hanya Indonesia, tetapi juga dunia maka peranan anak muda tidak dapat dipisahkan begitu saja. Sejarah mencatat banyak sekali sejarah-sejarah emas yang telah dilakukan. Kini hanya tinggal menunggu momentum besar untuk anak-anak muda Indonesia ini dapat berbuat sesuatu yang besar. Bukan tidak mungkin, kebangkitan nasional 2.0 akan terjadi dalam waktu dekat dengan optimisme anak-anak muda ini.

PARADOKS PENUNDAAN KENAIKAN HARGA BBM

Maret lalu pemerintahan Indonesia  mengeluarkan rencana kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi terhitung tanggal 1 April 2012. Rencana ini pun menimbulkan pro kontra di berbagai kalangan masyarakat.

Setiap pihak di masyarakat memiliki argumen untuk mempertahankan pendapat dan menunjukkan mana yang lebih benar. Akan tetapi, bagaimanapun asumsi yang lahir di masyarakat berakhir di ruangan paripurna wakil rakyat. Sidang paripurna yang dilaksanakan tanggal 30 Maret 2012 kemarin menghasilkan penundaan rencana kenaikan harga BBM pada 1 April 2012. Keputusan penundaan tersebut merupakan hasil voting Rapat Paripurna DPR RI tentang RUU APBN Perubahan 2012.

 Dengan kata lain, harga BBM bersubsidi tidak jadi naik  dan membuka kemungkinan untuk dinaikan dalam jangka enam bulan kedepan. Tidak bisa kita pungkiri, dengan adanya tarik ulur kebijakan menaikkan harga bbm bersubsidi ini harga barang-barang dimasyarakat sudah terlanjur naik.  Harga bahan pangan pokok dan barang lainnya justru lebih dulu naik mengantisipasi kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Memang harga BBM bersubsidi tidak jadi dinaikkan, tetapi cukup sulit untuk menurunkan harga barang-barang yang sudah terlanjur naik.  Bukan tidak mungkin ketika enam bulan kedepan terjadi lagi rencana menaikkan harga BBM bersubsidi terjadi kembali lonjakan harga barang-barang di masyarakat. Hal inilah yang lebih memberatkan masyarakat dibanding lahirnya kebijakan untuk menaikkan atau tidak menaikkan sama sekali harga BBM bersubsidi.

Hal lain yang menimbulkan paradoks adalah mengenai himbauan tidak menggunakan BBM bersubsidi bagi kalangan mampu. Pemerintah melalui Kementerian ESDM mengeluarkan himbauan “Premium adalah BBM bersubdi, Hanya untuk golongan tidak mampu”. Himbauan ini sangat tidak efektif jika melihat kondisi masyarakat Indonesia dan hanya akan menjadi isapan jempol belaka. Kondisi ini mengingat  masyarakat Indonesia yang susah diatur jika hanya dalam bentuk himbauan, dan kesadaran masyarakat yang rendah mengenai kondisi di masyarakat.

Ironi ini semakin menjadi kenyataan dengan perbandingan harga BBM bersubsidi (Premium) dengan BBM non-subsidi (pertamax) yang hanya 43 persennya. Harga pada 2 April tercatat harga premium Rp 4.500 dan pertamax mencapai Rp 10.350.  Kondisi ini  ditunjukkan  mobil mewah yang masih membeli premium untuk bahan bakarnya. Masyarakat juga cenderung semakin menggunakan BBM bersubsidi dibandingkan peduli pada penambahan subsidi APBN pada BBM bersubsidi tersebut.

Korelasi dari kedua hal diatas adalah mengenai ketegasan pemerintah untuk mengambil kebijakan. Memang kebijakan yang diambil oleh pemerintah selalu menimbulkan pro dan kontra diberbagai kalangan. Akan tetapi lebih salah jika pemerintah bersikap plin-plan dan tidak tegas. Apalagi jika kebijakan yang diambil hanya demi kepentingan golongan semata,  bukan untuk seluruh bangsa Indonesia. 

DIBALIK KOMPENSASI BBM

Dalam waktu dekat pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya premium. Dengan harga sekarang sebesar Rp 4500 pemerintah berencana menaikkan menjadi Rp 6.000.

            Kebijakan yang dinilai oleh masyarakat tidak populis ini sontak mengundang berbagai kontroversi dari berbagai kalangan masyarakat. Pemerintah kemudian mengeluarkan kompensasi sebagai solusi  kenaikan harga BBM ini. Pemerintah berencana menyiapkan dana Rp 30-40 triliun, yang antara lain akan dipakai untuk BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat)sekitar Rp 25 triliun dan tambahan beasiswa bagi anak miskin sebesar Rp2,5 triliun. Kebijakan mengeluarkan kompensasi ini bukanlah hal baru bagi bangsa Indonesia. Saat menaikkan harga bbm pada tahun 2008 lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan serupa dengan nama Bantuan langsung Tunai (BLT).

Dari kebijakan tersebut nampaknya masih banyak hal yang perlu dievaluasi karena dinilai tidak efektif dan tepat dengan kondisi yang ada. Berbagai penyimpangan mengenai Bantuan Langsung tunai ini tidak bias kita pungkiri. Hal ini terlihat dari tidak tepat sasarannya BLT, tidak meratanya pembagian dan penyimpangan dana yang didapatkan. Banyak kasus BLT diterima oleh orang-orang yang mampu, pemotongan dana BLT oleh pejabat setempat dan perbedaan standar penerima BLT di masing-masing daerah.

Tentunya ada solusi yang lebih baik dibanding memberikan uang langsung kepada masyarakat. Memberikan ikan dibanding memberikan kail pancing, menjadi analogi yang tepat dalam situasi ini. Dengan kebijakan ini pemerintah mendidik masyarakat menjadi konsumtif dan manja, bukan masyarakat yang produktif. BLSM juga akan menjadikan masyarakat hanya memiliki orientasi ekonomi jangka pendek, karena mudahnya mendapatkan uang tunai.

 Alternatif lain, pemerintah bisa mengalihkan untuk peningkatan lapangan pekerjaan, pemerintah bisa membuat lapangan kerja yang padat modal dan padat karya. Dengan adanya lapangan pekerjaan ini tentu masyarakat lebih terberdayakan dan mandiri. Selain itu, pemerintah juga bisa mengalihkannya untuk pembangunan transportasi umum yang lebih baik. Terakhir, penggunaan dana ini untuk meningkatkan kualitas masyarakat melalui pendidikan dan peningkatan kemampuan masyarakat untuk lebih mandiri. Mari kawal kebijakan pemerintah ini dengan bijak.