THE JOURNEY BEGINS!

#inspiranesia1

Tidak terasa hari di tahun ini sudah memasuki pertengahan tahunnya, tidak terasa sembilan juli sudah tiba di depan mata. Perjalanan sembilan bulan ke belakang menjadi saksi persiapan yang kami lakukan. Dua puluh satu mahasiswa/i Gadjah  Mada pergi ke timur untuk membaktikan dirinya bersama masyarakat distrik teluk mayalibit, kabupaten raja ampat, provinsi papua barat.

Jauh dari rumah, jauh dari kenyamanan, merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Belajar untuk lebih menjadi manusia, berbagi.

Bukan sekedar sebuah pemenuhan formalitas pendidikan bangku kuliahan, tapi mencari lebih tentang kehidupan..

Satu dari pengalaman yang tak akan kami lupakan,  dan tak kan orang lain rasakan.

Tim KKN PPM UGM unit 216, Teluk Mayalibit, Raja Ampat 2012

Kami berduapuluh satu, mahasiswa/i Gadjah Mada…

Perjalanan kami dimulai, untuk negeri..

Indonesia Raya

Gambar

 

SEBUAH TANYA

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

Soe Hok Gie
Selasa, 1 April 1969

CREATES FUTURE LEADERS

Indonesia hari ini masih dihadapkan dengan berbagai permasalah pelik dan berat. Masalah yang timbul menjadi musuh-musuh laten dan sangat merusak bangsa. jika pada era 1900an nusantara masih menghadapi masalah dengan penjajahan bangsa asing dan kesatuan perjuangan. Berlanjut ke masa kemerdekaan hingga empat tahun sesudahnya Indonesia menghadapi masalah kedaulatan bangsa. berbagai masalah fisik silih berganti meggerogoti bangsa.

Selama 32 tahun bangsa Indonesia, dikuasai rezim yang otoriter dang dianggap korup. Era tersebut diakhiri dengan perubahan yang disebut reformasi. Pasca reformasipun tidak menyelesaikan masalah kebangsaan, justru membuka celah-celah masalah baru. hari ini, Indonesia masih dihadapkan masalah yang serius mulai dari korupsi, kemiskinan, dan pemertaan pendidikan. Dalam kuantitas korupsi menempatkan indonesia menempatkan dirinya sebagai bangsa ter-korup di Asia Pasific versi PER-C. Kemiskinanpun masih menyumbang 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dalam hal lain, pemerataan pendidikan serta sistem pendidikan yang stabil masih jadi utopia ba\gi bangsa Indonesia hari ini. Para penguasapun silih berganti menambah masalah dan derita bagi bangsa.

Stop cursing the darkness, and start light the candle. Kita harus berhenti mengutuk maslah yang menggelayuti bangsa Indonesia dan segera menjaid api-api penerang bagi perbaikan bangsa. jika kita hanya membicarakan masalah dan tidak menyelesaikannya maka keadaan tidak akan berubah. Peruahan suatu bangsa memerlukan kesadaran kolektif komponen bangsa untuk berubah kmenjadi lebih baik. Kesadaran yang nyata akan kondisi menggerakan seluruh cinta daya upaya untuk dikorbankan demi bangsa yang lebih baik.

Pemuda khususnya mahasiswa yang digadang-gadang menjadi agent of change harusnya memgang peranan penting dalam perubahan. Sekali lagi kita lihat perjalanan bangsa setidaknya sejak 1908 sampai hari ini banyak dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa menjadi penggerak bagi masing-masing babak perjuangannya. Yang terbesar sebut saja reformasi, mahasiswa denga kekuataannya menduduki gedung parlemen dan membuat rezim otoriter turun. Indonesia kemudian meulai babak baru dengan apa yang disebut sebagai reformasi.

Selain mehasiswa yang lebih utama adlah regenerasi dan penciptaan pemimpin untuk masa depan. Mengutip kata-kata Peter F Drucker, “Cara terbaik memprediksi masa depan, adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri”. Kata-kata tersebut sangat dalam maknanya, bahwa keadaan hari esok sangat ditentukan oleh proses yang dibentuk hari ini. Urgensi membentuk pemimpin yang berkualitas adalah karena kepemimpinan yang berkualitas bukanlah suatu yang instan, melainkan membutuhkan proses yang baik pula.

Dalam Al-quran sendiri, Allah menciptakan manusia sebagai pemimpin. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Al-Baqarah: 30.

Untuk menjadi pemimpin berkualitas setidaknya ada bebarapa hal yang harus dibentuk atu diproses. Pertama adalah, pemimpin memerlukan wadah dan episentrum peradaban. Pada era kemerdekaan, setidaknya kita mengenal tiga tokoh besar. Sebut saja Ir Soekarno, Semaun dan R.M Kartosoewiryo. Mereka bertiga lahir dari rahim yang sama, mereka sama-sama lahir dari didikan H.O.S Cokroaminoto. Di surabaya, Cokroaminoto memiliki rumah dan dihuni oleh ketiga tokoh tersebut. Merekapun besar dengan ideologi masing-masing Soekarno dengan Nasionalismenya dan kemudian menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia. Semaun, seoarang tokoh komunis yang kemudian menjadi aktor dan tokoh PKI. Ketiga, adalah kartosoewiryo dengan ideologi islamnya, tahun 1949 beliau memproklamirkan Negara Islam Indonesia. Mereka bertiga adalah sahabat satu atap dan satu forum diskusi.

Kedua, adalah sejarah. Sebuah ungkapan dari Cicero “Historia Vitae Magistra”. Sejarah selale menjadi guru terbaik bagi kehidupan. Terkadang mempelajari sejarah dianggap sebagai hal yang membosankan, menurut penulis itu adalah hal yang salah. Sejarah merupakan kisah dari hari kemarin yang harus dijadikan pembelajaran. Kesalahan-kesalahan yang terjadi di pemimpin kemarin tidak boleh terulang lagi hari ini. Pemimpin bisa belajar bagaimana para pembesar-pembesar terdahulu berkuasa dan berkarya.

Hal terakhir dan terpenting adalah KARAKTER. Karakter yang kuat menggambarkan bagaimana seseorang dapat hidup. Jika kita saksikan para birokrat yang korup, legislatif yang tidak cakap, politisi busuk dan para mafia negeri lainnya berbuat keburukan karena mereka tidak memiliki pondasi yang kuat. Karakter yang kuat dibentuk dari nilai-nilai baik yang ditanamkan dan diamalkan. Setidaknya pembentukan karakter diisi dengan nilai integritas, kejujuran, kemandirian dan kerja keras.

Meskipun investasi sumber daya manusia adalah hal yang bisa dikatakan sangat beresiko, tapi mau tidak mau inilah yang harus diambil. Menciptakan generasi terbaik hari ini untuk mempimpin hari esok. Indonesia juga harusnya memiliki visi emas dalam 100 tahun kemerdekaan yang tinggal 34 tahun lagi. Jika anak-anak muda yang sadar mengenai bangsanya dan bergerak hari ini serta masih menjaga idealismenya maka optimislah bahwa bangsa ini harus menjadi bangsa yang besar. Benih-benih itu dapat kita lihat dari banyaknya organisasi atau badan yang dijalankan mahasiswa atau pemuda seusianya yang membawa optmisme bagi bangsanya. Berkarya dengan bidang masing-masing bangkitkan negeri.

*untukmu para pejuang, bersama kita bangun negeri

*ruang asrama para pejuang negeri. the Indonesian Future Leaders,

Jogjakarta , 04-06-2011 22:07

lalu……

kau mungkin tak sudi merasakan hangatnya matahari dan aspal jalanan

kau mungkin tak sudi berteriak keras didepan para penguasa

kau mungkin tak siap jika seandainya lari dikejar para aparat

kau mungkin tak siap nyawamu badanmu ditembus timah panas aparat

kau tertawakan mereka yang berbaris berteriak di jalanan

kau tertawakan mereka yang dengan idealismenya bersuara lantang

kau anggap mereka bodoh, primitif dan terbelakang

kau butakan mata dan hatimu tentang mereka

lalu kau dimana?

nyaman dengan gadget terbarumu?

nyaman dengan dinginya pendingin kamarmu?

nyaman dengan empuknya bangku dan kendaraanmu?

larut tenggelam dalam hingar-bingar hiburan

lalu………

kau atasnamakan intelektualitas dengan kenyamanan dalam kelas

menutup mata tentang realita

kau mencerca mereka, tapi tidak bertindak apa-apa

kau menghina mereka yang berkarya, kau bilang buat apa aku bertindak

tapi,,, jangan lupa

TIGA BELAS TAHUN LALU

medio mei 1998

menjadi sebuah catatan emas mahasiswa,

mahasiswa dengan indahnya membuat goresan di peradaban bangsa

mereka dengan bangga turun ke jalan meneriakkan dengan lantang

meneriakkan keresahan tentang bangsa, pemerintahan yang korup

dan lihatlah, kekuatan 13 tahun itu.,,,

mereka gugur dengan panasnya timah aparat.

tahukah kamu cerita indah 13 tahun lalu

ingatkah kamu.

satu pesanku. buka lembaran cerita itu

baca dan kau renungkan..

jangan lupa. 13 TAHUN REFORMASI..

-sebuah catatan lepas maghrib 12/5/11-

Hymne PPSDMS

di hati tlah tertanam cinta
rela berkorban jiwa raga
bagi kehormatan dan cita
tegakkan kejayaan bangsa

meski jiwa gugur sebagai penebus
tak akan goyahkan hati
tlah bulat tekad unutk berbakti
mengemban misi bersih suci

tanpa harap balas dan jasa
hanya ridho allah semata
PPSDMS berjuang
Demi Indonesia mulia

Pejuang Tanpa Tanda Jasa

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku

Tuk pengabdianmu

Engkau sabagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa

Tanpa tanda jasa

(HYMNE GURU-SARTONO)

 

lirik lagu mengenai para pahlawan yang berjuang tanpa jasa. sedikit potret tentang para pahlawan tanpa tanda jasa:

 

Saat umurnya 14 tahun, baru lulus SD, Wanhar Umar sudah harus jadi guru. Pasalnya, guru satu-satunya merangkap kepala sekolah di SD itu memasuki masa pensiun. Sang guru menunjuk Wanhar untuk menggantikan posisinya. Tidak ada warga di desa kecil itu, di wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan, yang berminat jadi guru. Jadilah Wanhar guru yang mungkin paling muda dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Dengan segala keterbatasan yang ada, guru Wanhar mengajar murid-murid yang notabene adik kelasnya. Mereka memanggil saya Pak Guru dan saya memanggil mereka anak-anak, ujar Wanhar tersenyum geli.

 

Kini Wanhar sudah berusia 46 tahun dan masih terus mengajar di SD tersebut. Kondisi ekonomi menyebabkan dari 60 murid yang ada sekarang, banyak yang tidak mampu membayar uang sekolah. Padahal setiap bulan setiap murid cuma ditagih uang sekolah 5.000 rupiah. Tapi bagi orangtua murid yang umumnya bekerja sebagai penyadap karet, jumlah itu toh terasa berat. Maka tinggalah Wanhar, yang kini merangkap kepala sekolah, harus memutar otak untuk bisa melanjutkan pendidikan anak-anak di kampung itu. Dia tidak ingin anak-anak di desanya seperti dia, yang sampai sekarang hanya mengantongi ijasah SD. Untuk bisa bertahan, seusai mengajar, Wanhar mencari tambahan penghasilan sebagai buruh penyadap karet. Kondisi sekolah juga sungguh memprihatinkan. Sekolah yang hanya memiliki dua kelas itu dinding kayunya sudah lapuk dan atapnya bolong-bolong. Kalau hujan basah semua, ujarnya.

 

Saat ini Wanhar mengajar dibantu adik dan keponakannya yang diangkatnya menjadi guru. Keduanya tamatan SMU. Itupun karena dipaksa mengajar oleh Wanhar. Sebab biasanya guru yang saya rekrut hanya bertahan beberapa bulan. Umumnya mereka lalu minta mundur, ujarnya. Mereka merasa tidak sanggup digaji 58.000 sebulan.

 

Sementara itu, di Tangerang, Banten, seorang kepala sekolah mencari tambahan uang dengan memulung sampah. Setiap hari, sepulang mengajar, Mahmud, kepala sekolah itu, ganti baju dan mulai mengais-ngais sampah di tempat penampungan di dekat rumahnya. Beberapa koleganya, para guru, menganggap pilihan Mahmud sebagai pemulung untuk menutup kekurangan gaji itu merendahkan martabat profesi guru. Dengan jabatan sebagai kepala sekolah, saya pulang sudah sore. Sudah lelah. Kalau mau ngasih les, sudah tidak bisa konsentrasi. Bisa saja saya ngajar asal ngajar. Apa muridnya ngerti atau tidak yang penting dapat uang. Tapi saya tidak bisa seperti itu. Beberapa murid juga merasa keberatan. Masak kepala sekolah jadi pemulung. Kan harusnya hidup lebih layak. Kadang malu juga punya kepala sekolah pemulung, ujar salah satu siswa.

 

Dari Malang, Jawa Timur, seorang guru fisika terpaksa memutar otak untuk menciptakan alat-alat peraga fisika ketika mengajar. Keterbatasan dana sekolah menyebabkan dia tidak bisa membeli alat-alat perga yang relatif mahal. Pantang menyerah, Tjandra, guru kreatif itu, lalu menciptakan alat-alat peraga dari barang-barang bekas. Misalnya, dia menciptakan kompas dari jarum bekas dan kertas. Modalnya tidak sampai 500 rupiah, ujarnya bangga. Sampai sekarang sudah 26 alat peraga diciptakannya. Materi untuk membuat alat-alat peraga itu diburunya di pasar-pasar loak di kotanya. Keterbatasan dana jangan jadi hambatan. Apalagi dengan merekayasa barang-barang bekas dan mengajarkannya dengan cara yang menyenangkan, murid-murid jadi suka sama mata pelajaran fisika.

 

Merekalah sedikit potret para pahlawan tanpa tanda jasa di tanah ibu pertiwi. Mereka tak mengaharapkan pengakuan, imbalan, atau balasan lainnya. Mereka berlaku ikhlas dan tulus dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, mengangkat harkat martabat generasi-generasi muda Indonesia. Mereka jauh dari hingar bingar dana BOS, peningkatan kesejahteraan, anggaran pendidikan 20%. Jauh dari apa yang mereka pikirkan, selain ikhlas dan tulus mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedikit potret realita pendidikan yang mengenaskan. Tapi mereka pantang menyerah. kini, anak-anak muda yang memiliki idealisme tentang pendidikan bergabung turut mencerdasakan anak bangsa dengan mengajar di sekolah-sekolah terpencil. Mereka orang-orang yang mampu menginspirasi kita.

 

SELAMAT HARI GURU, 25 NOVEMBER 2010.

#untuk ayah, ibu, dan guru-guru di Indonesia..



 



MARS PPSDMS

Dengan tekad dan cita-cita mulia

Penuh semangat jiwa membara

Hambatan rintangan yang datang menghadang

Tak akan jadi penghalang

Bersatu teguhkan niat tuk berjuang

Membangun Indonesia jaya

Tingkatkan ilmu iman dan taqwa

Trampil cerdas bijaksana

Jangan ragu langkah kakimu

Tetap teguh raih citamu

Di bawah binaan PPSDMS

Kami kembangkan diri

Mencapai tujuan prestasi gemilang

Menjadi pemimpin masa depan

IDEALISME KAMI

Betapa inginnya kami
agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai
daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga
ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga
bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan,
dan terwujudnya cita-cita mereka,
jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu
yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta
yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur
dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati
ketika kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan
dan pasrah oleh keputusasaan.

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui
bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci;
bersih dari ambisi pribadi,
bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas,
apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta
.