PERJALANAN PANJANG KE TIMUR

#inspiranesia2

                Awal juli sudah datang, hari H pelaksanaan KKN PPM UGM periode antar semester 2012 semakin dekat. Saya tergabung bersama tim KKN Unit 216 Raja Ampat, bersama dua puluh mahasiswa/i Gadjah Mada lain. Tim kami sendiri di bawah bimbingan bapak Ahmad Jamli, dosen dari FEB UGM. Tidak terasa bulan-bulan persiapan sudah tiba diakhir, dan inilah saatnya untuk kaki kami langkahkan ke tanah timur.

                Bagi kami berduapuluh, perjalanan ke bumi cendrawasih kali ini menjadi perjalanan kami untuk melangkahkan kaki disana (kecuali salah satu rekan yang sudah pernah survey lokasi). Perjalanan panjang bagi kami yang kami nilai bukan sekedar penuntasan 3 kredit semester sebagai salah satu kewajiban di kampus kami. Ini adalah perjalanan panjang yang memberi banyak pelajaran dan pengalaman.

                Untuk pergi kesana, kami memikirkan berbagai alternatif pilihan moda transportasi. Menggunakan kapal laut yang berhari-hari dilaut, atau pesawat yang lebih cepat sampai. Untuk menentukan pilihan ini memerlukan debat panjang, dan akhirnya memilih pesawat via Surabaya untuk sampai di kota sorong.

                Keberangkatan kami memang lebih lambat dibandingkan tim lain, karena menyesuaikan jadwal dan berbagai keperluan lain. Akhirnya tanggal 9 malam kami baru berangkat meninggalkan tanah jogja, meninggalkannya satu bulan untuk belajar di bumi Cendrawasih kepualauan Raja Ampat. Selepas isya kami berkumpul di gelanggang mahasiswa UGM, dengan barang bawaan ratusan kilogram. Mulai dari kebutuhan pribadi, keperluan tim, bahan makanan, kebutuhan program dan berbagai macam barang yang kami butuhkan.

                Setelah semua anggota berkumpul, doa bersama akhirnya tepat pulkul 21:00 kami meninggalkan tanah bulaksumur. Perjalanan darat 9 jam kami tempuh menggunakan bus sewaan dari Jogjakarta hingga bandara Djuanda Surabaya. Esok paginya, tepat jam enam pagi kami sampai di bandara Djuanda, dan harus menunggu penerbangan hampir 16 jam kemudian yang akan membawa kami ke kota sorong.

                Menunggu hampir 16 jam di bandara lumayan juga dan bukan hal mudah untuk menghabiskan waktu  selama itu dengan kondisi yang ada. Tapi beruntunglah, ada saja yang dilakukan ada yang belanja barang kebutuhan di kota surabaya, tidur, bermain kartu dan berbagai aktivitas untuk membunuh waktu. Tidak terasa hingga waktu beranjak malam dan saatnya kami untuk check-in. Saat check in, sempat ada masalah lantaran banyak barang2 yang ternyata dilarang untuk dimasukkan di pesawat dan sudah kami packing dalam kardus-kardus. Akhirnya dengan terpaksa kami membongkar dan mengakali beberapa barang bawaan. ternyata, barang yang kami bawa sekitar 600 kilogram dan mengalami kelebihan seratusan kilogram.

                Sekitar pukul 21:30, pesawat lepas landas dari tanah jawa menuju ujung selatan pulau sulawesi. Kami mendarat di bandara internasional sultan hasanuddin makassar, saat jam hampir menunjukkan pukul 00:00 WITA. Setibanya disana disana, kami harus menunggu sampai pukul 04:00 untuk melanjutkan penerbangan ke kota sorong. Lepas pukul 04:00, kami menuju pesawat untuk melanjutkan penerbangan. Jalan udara kami tempuh kurang lebih dua jam. Matahari pagi sorong, pukul 07:30-an WIT menyambut kedatangan kami dengan hangat. Akhirnya kami menginjakkan kaki di bandara Domine Eduward Osok, kota sorong.

                Kami sempat kaget saat mendarat di bandara DEO tersebut, apalagi saat memasuki terminal kedatangan penumpang. Jika di bandara kota lain, kebanyakan sudah menggunakan mesin otomatis sementara di bandara DEO masih belom berjalan. Peran mesin tersebut kemudian digantikan oleh porter-porter yang memindahkan barang bawaan penumpang. Sempat terjadi kepanikan, karena beberapa kardus dan dua tas barang pribadi rekan kami hilang, dan diduga nyasar sampai ke Ternate. Akhirnya setelah diurus, akan dikabari kemudian oleh petugas bandara dan maskapai yang kami tumpangi.

                Selepas dari bandara dan memasukkan barang bawaan kami ke bus sewaan. Kami menuju pelabuhan rakyat kota sorong untuk melanjutkan perjalanan ke raja ampat. Kurang lebih dua puluh menit, kami mencapai pelabuhan untuk kemudian memindahkan barang ke dalam lambung kapal. Kami tiba di kapal sekitar pukul 09:00 WIT, dan masih harus menunggu sampai pukul 14:00 sebelum kapal berangkat. Terpaksa, kami harus menunggu waktu lagi sebelum kapal Fajar Mulia beranjak dari kota sorong.

                Kira-kira pukul 14:30, kapan baru angkat jangkar dan meninggalkan pelabuhan. Kapal fajar Mulia ini merupakan kapal kelas ekonomi dan satu dari dua kapal umum yang melayani pelayaran sorong ke Waisai (ibukota Raja Ampat). Perjalanan laut kali ini kami tempuh dalam waktu 3 jam, di tengah perjalanan sempat melihat beberapa ekor lumba-lumba tidak jauh dari kapal. Setelah hampir tiga jam dilaut, akhirnya kami tiba di pelabuhan Raja Ampat sekitar pukul 17:30. setelah perjalanan panjang kami, darat-udara-laut selama hampir 48 jam….

                Sore ini kami disambut oleh langit sore yang indah, perpaduan indah laut dan sore Raja Ampat. Dan perjalanan kami baru dimulai disini.. raja ampat, sepotong surga di Indonesia…

3 thoughts on “PERJALANAN PANJANG KE TIMUR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s