SUMPAH PEMUDA 2.0

Delapan puluh empat tahun telah berlalu sejak kongres pemuda II terlaksana di jakarta. Kongres pemuda tersebut menjadi satu poin penting dalam sejarah kepemudaan bagi pemuda yang hidup di Nusantara waktu itu. Kongres pemuda lahir sebagai titik equilibrium perjuangan dan visi kebangsaan pemuda-pemudi nusantara awal abad 19. Kongres pemuda lahir sebagai perwujudan adanya sebuah mimpi, perasaan dan jiwa untuk menjadi satu.

Kongres pemuda 1928 mempertemukan berbagai kalangan pemuda-pemudi Indonesia untuk membentuk sebuah imagine community bernama Indonesia. Pasca 1908, banyak berdiri organisasi-organisasi pemuda dengan berbagai latar belakang, mulai dari agama, ekonomi, perjuangan, ilmu, dan banyak lagi. Namun, bisa dikatakan mereka masih bergerak sendiri-sendiri, belum ada kesamaan gerak padahal tujuan mereka sama untuk Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Kongres pemuda 1928, ditandai dengan lahirnya tiga butir pernyataan yang kemudian pada tahun 1950-an diubah oleh Soekarno dan M. Yamin.

–          Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia

–          Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

–          Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

 

Selain tiga butir hasil kongres diatas, kongres pemuda 1928 juga menjadi tempat pertama kali lagu Indonesia raya diperdengarkan oleh W.R Supratman. Meskipun waktu itu hanya diputar instrumen menggunakan biolanya. Secara umum, kongres pemuda menjadi wadah pemersatu pemuda-pemudi nusantara diwaktu itu.

 

Kini, delapan puluh empat tahun berlalu nampaknya Indonesia menghadapi kondisi yang sama dengan era sebelum 1928. Pasca reformasi 1998, Indonesia memasuki era baru yang disebut reformasi yang katanya kemudian menjadikan bangsa ini bangsa yang lebih demokratis. Reformasi ’98 membuat organisasi yang bersifat kepemudaan lahir begitu banyak dengan berbagai latar belakangnya. Bisa dikatakan oerganisasi pemuda ini juga melakukan hal yang sama, gerak yang masih sendiri-sendiri sedikit sekali adanya keesatuan dan kesamaan gerak.

 

Oleh karena itu, pemuda-pemudi Indonesia di era sekaranga harus bersatu bersama membentuk kolaborasi dalam beraksi. Permasalahan mengenai kondisi bangsa saat ini menjadi isu bersama untuk dituntaskan, korupsi, kemiskinan, dan keterbelakangan. Oleh karena itu, momentum perbaikan bangsa menjadi hal yang paling urgent untuk dilaksanakan. bukan sekedar organisasi pemuda yang kongkow, kumpul bersama tapi membentuk sebuah gerakan besar yang berdasar pada idealisme kolektif dan visi bersama untuk Indonesia yang lebih merdeka, berdaulat dan sejahtera.

 

”karena yang benar bukan dijadikan satu, tapi dijadikan bersatu” @pandji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s