KEBANGKITAN ABAD 21

“Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah pemerintah dengan perlawanan”

-Pramoedya A.T-

            Kutipan diatas sebuah penggalan kalimat dalam novel ketiga tetralogi Pulau Buru milik Pramoedya A.T. novel yang berjudul Jejak Langkah menjadi fase perlawanan melalui bentuk organisasi dan media dalam era perjuangan Hindia Belanda. Dalam novel tersebut diceritakan bagaimana kondisi organisasi-organisasi pergerakan melakukan perjuangannya. Selain itu juga diangkat peran media masa sebagai media perlawanan kepada penjajah.

Sebagai salah satu isinya dibahas mengenai perjalanan Boedi oetomo, organisasi yang dianggap beberapa kalangan sebagai cikal bakal organisasi pergerakan dan perlawanan modern di Indonesia. Hari ini kita mengenal berdirinya Boedi oetomo pada 20 Mei 1908 diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. BO merupakan perhimpunan mahasiswa sekolah kedokteran STOVIA. Hal ini menjadi babak baru perjuangan kemerdekaan, golongan terpelajar membentuk organisasi sebagai bentuk perlawanan. Stovia juga berdiri untuk melakukan pencerdasan bagi masyarakat, meskipun cakupannya hanyalah kaum jawa.

Berdirinya Boedi Oetomo tersebut, memicu lahirnya gerakan-gerakan lain yang memiliki tujuan perjuangan. Pasca 1908, muncul berbagai organisasi yang juga memiliki berbagai latar belakang seperti ideology, keagamaan, dan politik. Organisasi pada masa itu dinilai sangat efektif dalam melakukan melakukan pencerdasan dan melakukan mobilisasi masyarakat. Namun, organisasi-organiasi tersebut berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya kesamaan visi Indonesia merdeka. Akhirnya, pada 1928 terlaksana sumpah pemuda sebagai wadah penyatuan visi mengenai kebangsaan dan kemerdekaan Indonesia.

Seratus empat tahun sudah berlalu sejak BO berdiri, dan hari ini organisasi-organisasi masih menjadi wadah pergerakan kaum muda dalam berbagai bentuk dan latar belakang. Di abad 21 ini, pemuda Indonesia mendirikan berbagai organisasi dengan interest masing-masing. Mereka tentu memiliki semangat untuk membuat Indonesia bangkit kembali menuju era barunya. Tentu, bukan hal yang mustahil dengan kekuatan semangat dan idealismenya anak muda bisa membuat kebangkitan.

Melihat kondisi ini, maka bukan tidak mungkin kebangkitan abad 21 bisa terjadi. Hal yang perlu dilakukan adalah terus menciptakan kesadaran kolektif mengenai kondisi kebangsaan. Setelah itu yang diperlukan adalah sinergi untuk terus bergerak mencerdaskan bangsa. Stop cursing the darkness and lets light the candle. Berhenti hanya mengutuk realita buruk yang ada, dan segeralah menyalakan api perubahan. Muda beda dan berbahaya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s