MENDIDIK INDONESIA

Berbicara mengenai mahasiswa, maka tidak bia dipisahkan dari sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa dalam berbagai bentuk aksinya selalu memiliki peranan yang signifikan bagi bangsa dan negaranya.

Mahasiswa kini bukan lagi dianggap sebagai agent of change tapi sudah menjadi director of change. Mahasiswa sudah seharusnya ikut serta dalam kontribusi nyata melakukan sebuah perubahan. Seringkali kita saksikan mahasiswa hanya melakukan aksi-aksi jalanan, tanpa melakukan perbuatan bermanfaat yang nyata. Hal ini yang harusnya sudah ditinggalkan dan memilih cara-cara lain yang lebih positif dan solutif.

Kondisi pendidikan Indonesia yang kacau saat ini menuntut peran mahasiswa untuk turun langsung. Jika kita melihat realita yang terjadi masalah pendidikan belum sanggup diselesaikan oleh pemerintah. Banyak sekali permasalahan yang menyangkut penyelenggaraan infrastruktur dan suprastruktur pendidikan yang masih terjadi. Masalah-masalah tersebut yang hingga kini masih membuat pendidikan di Indonesia belum merata dan masih tertinggal dari bangsa lain.

Dengan dunia pendidikan yang seperti ini, seringkali timbul pertanyaan apakah mahasiswa bisa melakukan sesuatu yang berarti? Pertanyaan inilah yang bukan hanya  sekedar harus dijawab tapi juga  dilakukan secara nyata. Mahasiswa Indonesia ternyata sudah melakukannya sejak lima puluh tahun yang lalu. Pada era tahun 1950-an, alm. Prof. Koesnadi Hardjasoemantri (mantan Rektor UGM) yang saat itu masih menjadi mahasiswa sudah membuktikannya. Beliau bersama beberapa mahasiswa UGM dikerahkan untuk  mengajar dan mendirikan sekolah lanjutan tingkat atas (SMA)  di beberapa lokasi luar pulau Jawa. Kegiatan ini dikenal dengan nama Pengerahan tenaga Mahasiswa (PTM).

Kegiatan PTM inilah yang dikemudian hari menjadi inspirasi lahirnya Kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Dalam kegiatan KKN inilah mahasiswa diterjunkan untuk langsung berinteraksi dan melakukan kontribusi yang nyata untuk masyarakat. Berbagai program dilakukan Dalam kegiatan KKN dan pendidikan menjadi salah satu program utamanya.

Selain program KKN seperti diatas, PTM juga mengispirasi lahirnya Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) yang diinisasi oleh Anies Baswedan. Format GIM ini menerjunkan banyak fresh graduate untuk terjun langsung menjadi pengajar  sekolah dasar di pelosok Indonesia. Setelah lahirnya gerakan ini kemudian bermunculan Gerakan Kampus Mengajar di berbagai perguruan tinggi. Kesempatan inilah yang harusnya dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk berkontribusi nyata bagi peerbaikan pendidikan.

“Mendidik adalah tugas konstitusional negara, tapi sesungguhnya mendidik adalah tugas moral tiap orang terdidik” inilah kalimat yang sering sekali disampaikan oleh Anies Baswedan mengenai tanggung jawab mahasiswa sebagai kaum terdidik. Mahasiswa harus mengambil peranan untuk membuat pendidikan lebih baik. Karena mahasiswa adalah penggerak perubahan, maka teruslah bergerak dan berbuat untuk negeri yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s