DIBALIK KOMPENSASI BBM

Dalam waktu dekat pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya premium. Dengan harga sekarang sebesar Rp 4500 pemerintah berencana menaikkan menjadi Rp 6.000.

            Kebijakan yang dinilai oleh masyarakat tidak populis ini sontak mengundang berbagai kontroversi dari berbagai kalangan masyarakat. Pemerintah kemudian mengeluarkan kompensasi sebagai solusi  kenaikan harga BBM ini. Pemerintah berencana menyiapkan dana Rp 30-40 triliun, yang antara lain akan dipakai untuk BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat)sekitar Rp 25 triliun dan tambahan beasiswa bagi anak miskin sebesar Rp2,5 triliun. Kebijakan mengeluarkan kompensasi ini bukanlah hal baru bagi bangsa Indonesia. Saat menaikkan harga bbm pada tahun 2008 lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan serupa dengan nama Bantuan langsung Tunai (BLT).

Dari kebijakan tersebut nampaknya masih banyak hal yang perlu dievaluasi karena dinilai tidak efektif dan tepat dengan kondisi yang ada. Berbagai penyimpangan mengenai Bantuan Langsung tunai ini tidak bias kita pungkiri. Hal ini terlihat dari tidak tepat sasarannya BLT, tidak meratanya pembagian dan penyimpangan dana yang didapatkan. Banyak kasus BLT diterima oleh orang-orang yang mampu, pemotongan dana BLT oleh pejabat setempat dan perbedaan standar penerima BLT di masing-masing daerah.

Tentunya ada solusi yang lebih baik dibanding memberikan uang langsung kepada masyarakat. Memberikan ikan dibanding memberikan kail pancing, menjadi analogi yang tepat dalam situasi ini. Dengan kebijakan ini pemerintah mendidik masyarakat menjadi konsumtif dan manja, bukan masyarakat yang produktif. BLSM juga akan menjadikan masyarakat hanya memiliki orientasi ekonomi jangka pendek, karena mudahnya mendapatkan uang tunai.

 Alternatif lain, pemerintah bisa mengalihkan untuk peningkatan lapangan pekerjaan, pemerintah bisa membuat lapangan kerja yang padat modal dan padat karya. Dengan adanya lapangan pekerjaan ini tentu masyarakat lebih terberdayakan dan mandiri. Selain itu, pemerintah juga bisa mengalihkannya untuk pembangunan transportasi umum yang lebih baik. Terakhir, penggunaan dana ini untuk meningkatkan kualitas masyarakat melalui pendidikan dan peningkatan kemampuan masyarakat untuk lebih mandiri. Mari kawal kebijakan pemerintah ini dengan bijak. 

One thought on “DIBALIK KOMPENSASI BBM

  1. Klo semua PNS di eksekutif menghemat biaya rapat, plesiran ke luar kota menghabiskan anggaran di akhir tahun, kayaknya bisa dihemat tuh pengeluaran negara. salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s