Mahasiswa Bisa Membuat Perubahan

Pemuda khususnya mahasiswa selalu diidentikkan sebagai agent of change dengan idealisme, semangat, dan kapasitas yang dimilikinya.Berkaca dari perjalanan bangsa, tidak bisa dipungkiri mahasiswa menjadi garda terdepan dalam sebuah perubahan.

Namun, ada pergeseran metode yang digunakan mahasiswa dalam membuktikan peranannya sebagai agent of change. Jika pada masa kemerdekaan hingga setelah reformasi cara turun ke jalan lebih sering digunakan, kini pemberdayaan masyarakat menjadi cara yang baru. Community development dan community empowerment menjadi cara yang dipilih banyak kalangan mahasiswa untuk membuat sebuah perubahan.

Banyak kalangan menyadari aksi turun ke jalan tidak akan membawa dampak positif langsung pada masyarakat.Sebaliknya,terjun langsung ke masyarakat bisa menjadi solusi lebih baik bagi masyarakat. Kapasitas keilmuan, kesempatan, dan jaringan yang dimiliki tentu sangat memudahkan mahasiswa untuk melakukan perubahan. Kini banyak cara yang digunakan dalam melakukan perubahan masyarakat.

Beberapa perguruan tinggi masih memiliki program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan mahasiswanya diterjunkan langsung ke masyarakat. Di sini mahasiswa bisa berkolaborasi antardisiplin ilmu untuk bahu-membahu membangun masyarakat.Selama KKN ini mahasiswa juga dituntut bisa dekat dan mengaktualisasikan dirinya langsung dalam kehidupan masyarakat. Organisasi mahasiswa baik yang bersifat intrakampus maupun ekstrakampus juga tidak mau ketinggalan.

Masing-masing organisasi tersebut memiliki program kerja yang sasarannya untuk memajukan masyarakat melalui berbagai cara.Mereka memilih desa binaan, menggelar pelatihan, dan mengajar untuk ikut mewujudkan perubahan di masyarakat.Akhir-akhir ini banyak bermunculan program kampus mengajar.Kegiatan ini terinspirasi dari program Indonesia Mengajar yang diinisiasi oleh Anies Baswedan.

Penulis sepakat dengan salah satu pernyataan beliau bahwa “mendidik adalah tugas kaum terdidik”. Inilah peranan yang idealnya diambil mahasiswa sebagai kaum terdidik dengan mengajar dan membangun masyarakat di berbagai tempat. Perkembangan metode pergerakan baru inilah yang kini dibutuhkan oleh Indonesia. Mahasiswa tidak hanya berdemonstrasi di jalanan,tapi juga turut serta dalam pembangunan.

Kini yang menjadi ujian adalah konsistensi dan semangat para mahasiswa. Mewujudkan masyarakat yang lebih baik perlu konsistensi dan kontinuitas.Membuat masyarakat lebih baik juga bukan untuk formalitas program kerja, ikut-ikutan yang lainnya, apalagi pencitraan semata, melainkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

CHANDRA AGIE YUDHA
Mahasiswa Jurusan Manajemen,
Fakultas Ekonomika dan Bisnis,
Universitas Gadjah Mada;
Peserta PPSDMS Nurul Fikri

 

*tulisan ini dimuat di kolom Suara Mahasiswa, Harian SINDO Rabu. 7 Maret 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s