CREATES FUTURE LEADERS

Indonesia hari ini masih dihadapkan dengan berbagai permasalah pelik dan berat. Masalah yang timbul menjadi musuh-musuh laten dan sangat merusak bangsa. jika pada era 1900an nusantara masih menghadapi masalah dengan penjajahan bangsa asing dan kesatuan perjuangan. Berlanjut ke masa kemerdekaan hingga empat tahun sesudahnya Indonesia menghadapi masalah kedaulatan bangsa. berbagai masalah fisik silih berganti meggerogoti bangsa.

Selama 32 tahun bangsa Indonesia, dikuasai rezim yang otoriter dang dianggap korup. Era tersebut diakhiri dengan perubahan yang disebut reformasi. Pasca reformasipun tidak menyelesaikan masalah kebangsaan, justru membuka celah-celah masalah baru. hari ini, Indonesia masih dihadapkan masalah yang serius mulai dari korupsi, kemiskinan, dan pemertaan pendidikan. Dalam kuantitas korupsi menempatkan indonesia menempatkan dirinya sebagai bangsa ter-korup di Asia Pasific versi PER-C. Kemiskinanpun masih menyumbang 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dalam hal lain, pemerataan pendidikan serta sistem pendidikan yang stabil masih jadi utopia ba\gi bangsa Indonesia hari ini. Para penguasapun silih berganti menambah masalah dan derita bagi bangsa.

Stop cursing the darkness, and start light the candle. Kita harus berhenti mengutuk maslah yang menggelayuti bangsa Indonesia dan segera menjaid api-api penerang bagi perbaikan bangsa. jika kita hanya membicarakan masalah dan tidak menyelesaikannya maka keadaan tidak akan berubah. Peruahan suatu bangsa memerlukan kesadaran kolektif komponen bangsa untuk berubah kmenjadi lebih baik. Kesadaran yang nyata akan kondisi menggerakan seluruh cinta daya upaya untuk dikorbankan demi bangsa yang lebih baik.

Pemuda khususnya mahasiswa yang digadang-gadang menjadi agent of change harusnya memgang peranan penting dalam perubahan. Sekali lagi kita lihat perjalanan bangsa setidaknya sejak 1908 sampai hari ini banyak dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa menjadi penggerak bagi masing-masing babak perjuangannya. Yang terbesar sebut saja reformasi, mahasiswa denga kekuataannya menduduki gedung parlemen dan membuat rezim otoriter turun. Indonesia kemudian meulai babak baru dengan apa yang disebut sebagai reformasi.

Selain mehasiswa yang lebih utama adlah regenerasi dan penciptaan pemimpin untuk masa depan. Mengutip kata-kata Peter F Drucker, “Cara terbaik memprediksi masa depan, adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri”. Kata-kata tersebut sangat dalam maknanya, bahwa keadaan hari esok sangat ditentukan oleh proses yang dibentuk hari ini. Urgensi membentuk pemimpin yang berkualitas adalah karena kepemimpinan yang berkualitas bukanlah suatu yang instan, melainkan membutuhkan proses yang baik pula.

Dalam Al-quran sendiri, Allah menciptakan manusia sebagai pemimpin. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Al-Baqarah: 30.

Untuk menjadi pemimpin berkualitas setidaknya ada bebarapa hal yang harus dibentuk atu diproses. Pertama adalah, pemimpin memerlukan wadah dan episentrum peradaban. Pada era kemerdekaan, setidaknya kita mengenal tiga tokoh besar. Sebut saja Ir Soekarno, Semaun dan R.M Kartosoewiryo. Mereka bertiga lahir dari rahim yang sama, mereka sama-sama lahir dari didikan H.O.S Cokroaminoto. Di surabaya, Cokroaminoto memiliki rumah dan dihuni oleh ketiga tokoh tersebut. Merekapun besar dengan ideologi masing-masing Soekarno dengan Nasionalismenya dan kemudian menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia. Semaun, seoarang tokoh komunis yang kemudian menjadi aktor dan tokoh PKI. Ketiga, adalah kartosoewiryo dengan ideologi islamnya, tahun 1949 beliau memproklamirkan Negara Islam Indonesia. Mereka bertiga adalah sahabat satu atap dan satu forum diskusi.

Kedua, adalah sejarah. Sebuah ungkapan dari Cicero “Historia Vitae Magistra”. Sejarah selale menjadi guru terbaik bagi kehidupan. Terkadang mempelajari sejarah dianggap sebagai hal yang membosankan, menurut penulis itu adalah hal yang salah. Sejarah merupakan kisah dari hari kemarin yang harus dijadikan pembelajaran. Kesalahan-kesalahan yang terjadi di pemimpin kemarin tidak boleh terulang lagi hari ini. Pemimpin bisa belajar bagaimana para pembesar-pembesar terdahulu berkuasa dan berkarya.

Hal terakhir dan terpenting adalah KARAKTER. Karakter yang kuat menggambarkan bagaimana seseorang dapat hidup. Jika kita saksikan para birokrat yang korup, legislatif yang tidak cakap, politisi busuk dan para mafia negeri lainnya berbuat keburukan karena mereka tidak memiliki pondasi yang kuat. Karakter yang kuat dibentuk dari nilai-nilai baik yang ditanamkan dan diamalkan. Setidaknya pembentukan karakter diisi dengan nilai integritas, kejujuran, kemandirian dan kerja keras.

Meskipun investasi sumber daya manusia adalah hal yang bisa dikatakan sangat beresiko, tapi mau tidak mau inilah yang harus diambil. Menciptakan generasi terbaik hari ini untuk mempimpin hari esok. Indonesia juga harusnya memiliki visi emas dalam 100 tahun kemerdekaan yang tinggal 34 tahun lagi. Jika anak-anak muda yang sadar mengenai bangsanya dan bergerak hari ini serta masih menjaga idealismenya maka optimislah bahwa bangsa ini harus menjadi bangsa yang besar. Benih-benih itu dapat kita lihat dari banyaknya organisasi atau badan yang dijalankan mahasiswa atau pemuda seusianya yang membawa optmisme bagi bangsanya. Berkarya dengan bidang masing-masing bangkitkan negeri.

*untukmu para pejuang, bersama kita bangun negeri

*ruang asrama para pejuang negeri. the Indonesian Future Leaders,

Jogjakarta , 04-06-2011 22:07

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s