Perjalanan 3 Dunia

Judul Buku                : Ranah 3 Warna

Pengarang                 : Ahmad Fuadi

Penerbit                     : Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman    : xiv + 473

Terbit                          : Januari 2011

Ranah 3 Warna merupakan buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Masih bercerita tanteng Alif pemuda kelahiran minang. Jika dinovel pertama bercerita tentang kehidupan masa kecil Alif sampai kelulusan dari Pondok Madani, dilanjutannya ini berisi petualangan hidup setelah lulusdari Pondok Madani, kuliah di Bandung, Perjalanan di Yordania  hingga pengalaman di Kanada.
dengan semangatnya selepas lulus dari Pondok untuk melanjutkan kuliah di PTN, Alif juga bermimpi menjadi seperti Habibie dan pergi ke Amerika. Namun, ia diragukan oleh sahabatnya Randai, karena tidak memiliki ijazah setara SMU. Terispirasi dari perjuangan Tim Denmark pada Piala Eropa 1992 yang menembus  batas ketidakmungkinan. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: “Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?” Hampir saja dia menyerah.
Rupanya “mantra” man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat “mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Akhirnya ujian pun terlewati dan Alif diterima di Jurusan hubungan Interasional Universitas padjajaran. Perjuangan di ranah pertama dimulai, dari kerasnya kehidupan mahasisswa, persahabatan mahasiswa yang senasib, lika-liku kesulitan keuangan, perjuangan memenuhi kebutuhan hidup.

Perkenalan Alif dengan Bang Togar Parangin-angin, yang merupakan seniornya di majalah kampus adalah sebuah “warna” yang menarik dalam novel ini. Dari bang Togar, aif belajar bagaimana sebuah kompetisi dalam hidup dan berjuang untuk memenangkannya. Saat diperantauan juga alif ditinggal oleh orang tuanya dan harus berjuang hidup tanpa membebani ibunya. Suatu saat ia tertarik mengikuti program fellowship ke Kanada.

Setelah mengikuti seleksi, iapun dinyatakan sebagai peserta kegatan tersebut. Alif pergi bersama Raisa mahasiswi tetangga kosnya. Sebelum berangkat ke kanada, Alif mengalami pembinaanbersama bersama mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas di indonesia. Terlalu jauhnya perjalanana Indonesia-kanda membuat penerbangan harus transit di Amman Yordania. Ternyata di ranah kedua (Yordania) Alif dipertemukan dengan seniornya saat di pondok Madani dulu.

Setibanya di Kanada, Alif harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan budaya Quebec yang ternayat bahasa mayoritas bukanlah Inggris melainkan Prancis. Alif harus hidup bersama salah seorang pemuda asli Kanada, bekerja bersama dan dinggal dirumah warga Quebec. Di Quebec, Alif mendapakan proyek pekerjaan di stasiun TV swasta. Pada akhir petualangannya tim dari Indonesia membuat kesan dan pesan yang luar biase dengan Quebec.

Sekuel ini sangat menarik dan inspiratif untuk dibaca, Ranah 3 Warna dasarnya adalah petualangan bersama sepatu hitam pemberian ayahnya sebelum masuk kuliah. Perjalanan dari Bandung, Yordania dan Kanada. Novel yang membuat pembacanya terbawa dalam berbagai suasana, latar dan emosi. Agar lebih mendapatkan ceritanya, segera baca!

Barang siapa yang bersabar akan beruntung.!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s