Menepati Amanah Konstitusi

Para pendiri bangsa ini mengamanahkan pendidikan kepada pemerintahan melalui konstitusi. Selama bangsa ini merdeka sejak 17 Agustus 1945 sampai hari ini Indonesia belum menepati penuh amanah tersebut dan menemukan ritme pendidikan yang pas.

 

Tak dapat dipungkiri terjadi banyak kebobrokan dalam dunia pendidikan indonesia, mulai dari sistem pendidikan, krisis tenaga pengajar, kesenjangan fasilitas pendidikan, dan KKN dalam pendidikan. Sistem pendidikan yang buruk dapat kita lihat dengan mekanisme Ujian Akhir Nasional yang berubah tiap tahun sebagai akibat berubah-ubahnya kurikulum yang digunakan. Teori piramida tegak juga terjadi, jumlah antara input pelajar di tingkat sekolah dasar sampai output di tingkat sekolah menengah atas sangat jauh, data dari World Bank, 2007 perbandingan jumlah siswa sekolah dasar dan perguruan tinggi mencapai 8:1.

 

Setiap hari kita juga menyaksikan laporan dari berbagai daerah di Indonesia mengenai kerusakan-kerusakan yang menimpa fasilitas pendidikan yang ada, seperti ruang kelas yang ambruk, lahan sekolah yang terkena sengketa hukum, dan sekolah-sekolah yang kekurangan buku pelajaran  penunjang kegiatan belajar mengajar. Terakhir jumlah tenaga pengajar yang belum memadai menurut data World Bank pada 2007, 34% sekolah di seluruh Indonesia kekurangan guru.

 

Belajar dari banyaknya masalah pendidikan yang ada, satu hal yang mendasar dan perlu disoroti adalah tenaga pendidik yang berkualitas. Pembenahan pendidikan yang dilakukan pemerintah diawali dengan peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga pengajar. Krisis supply tenaga pengajar karena pemerintah tidak bisa meningkatkan keinginan masyarakat untuk menjadi guru dan menciptakan sistem rekrutmen guru yang baik. Berkaca dari negara Jepang , pasca bom atom oleh sekutu pada Agustus 1945 hal yang pertama ditanyakan pemerintah adalah menanyakan jumlah guru yang selamat. Ini menggambarkan betapa pentingnya peran seorang guru sebagai peletak pondasi pendidikan bagi seseorang.

 

Setelah pemerintah sukses menarik animo masyarakat untuk menjadi guru, tinggal pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan melakukan distribusi yang merata ke wilayah-wilayah Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s