KEMESRAAN INDONESIA dan TIMUR TENGAH

Sejak penjajahan bangsa Palestina oleh bangsa Israel yang telah berjalan selama 62 tahun lamanya, kondisi bangsa dan rakyat Palestina sangat menderita. Hampir setiap hari kita mendengar dan menyaksikan diberbagai media tentang kekejaman tentara-tentara bangsa Israel terhadap rakyat Palestina. Tanpa pandang bulu mereka mengusir, menjajah dan membantai rakyat palestina. Tapi apa yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Islam lain? Mereka lebih banyak diam. Pemerintahan hanya secara resmi mengutuk tindakan kekejian Israel, tapi tanpa kerja atau tindakan nyata. Kemudian hanya rakyat-rakyat yang lebih aktif menyuarakan kepedulian bagi bangsa Palestina.

Dari an-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Perumpamaan kaum Mu’minin dalam hal saling sayang-menyayangi, saling kasih-mengasihi dan saling iba-mengibai itu adalah bagaikan sesosok tubuh. Jikalau salah satu
anggota dari tubuh itu ada yang merasa sakit, maka tertarik pula seluruh tubuh – karena ikut merasakan sakitnya – dengan berjaga – tidak tidur – serta merasa panas.” (Muttafaq ‘alaih)

Bagi bangsa Indonesia sendiri sebenarnya memiliki hubungan yang manis dengan bangsa Palestina. Mungkin bukan hanya umat islam yang harus berterima kasih tapi begitu seharusnya golongan nasionalis melakukan hal yang sama. Sebagai syarat berdirinya sebuah Negara merdeka adalah adanya syarat de facto yaitu undang-undang, rakyat, dan pemerintah yang berkuasa. Tapi memerlukan pula syarat de jure, yaitu pengakuan dari Negara lain. Negara yang mengakui pertama kali seperti kita ketahui bersama adalah Mesir pada tahun 1949. Bangsa Palestinapun memiliki peranan yang besar dalam sokongan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Mengutip buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Dalam buku ini pada halaman 40 menyatakan: “tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.”

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:
“…, pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh.

Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk ‘Panitia Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para mujahid yang gugur dalam pertempuran yang sangat bersejarah dan dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 Juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said Mesir. Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih –tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air dan makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk “Volendam” bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:
“Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain.”

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”

Dalam perjuangan kemerdekaan kita punya hubungan harmonis dengan negara timur tengah. Namun apa yang kita lakukan sekarang? Ini jadi pertanyaan kita bersama. Ini adalah suara kita bersama, tentang saudara-saudara kita, tentang masjid Al-Aqsa, tentang Kiblat pertama Umat Islam.

Isi undang-Undang Dasar 1945
Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh
sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena
tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Bangunlah saudaraku, BANGSA PALESTINA TERUS MENDERITA DALAM JAJAHAN ISRAEL.
Berikan kontribusi terbaikmu,
Palestine, yes we CARE!!!!!!!!!!!!

Daftar pustaka:
http://www.kaskus.us
koleksi pribadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s