SEMANGAT NASIONALISME DAN KEBANGKITAN NASIONAL

“Ask Not What Your Country Can Do For You, Ask What You Can Do For Your Country” (John F. Kennedy)

Berbicara mengenai semangat nasionalisme bangsa Indonesia, tak dapat dilepaskan dari kebangkitan nasional. Hari kebangkitan nasional muncul sebagai perwujudan rasa nasionalisme mahasiswa STOVIA pada tahun 1908. Terlepas dari kontroversi apakah 20 mei 1908 merupakan waktu yang tepat dalam mengindikasikan kebangkitan nasional,

Sejarah Kebangkitan Nasional
Seratus dua tahun lalu, tepatnya pada tanggal 20 Mei 1908, berdirilah sebuah organisasi berhaluan naionalisme dan inisiator nasionalisme mahasiswa pribumi, Boedi Oetomo. Gerakan tersebut hingga sekarang kita kenal sebagai hari kebangkitan nasional. Hal ini sebagai perwujudan perlawanan intelektual mahasiswa melawan penjajahan Belanda. Boedi Oetomo saat itu, merupakan perkumpulan mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche artsen)yang digawangi oleh Dr.Soetomo, Dr.Wahidin Soedirohoesodo, Dr.Goenawan dan Suryadi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).

Awal kebangkitan Nasional bukanlah terjadi dengan sendirinya tetapi berawal dari rasa keprihatinan terhadap kondisi hindia Belanda. Pasca munculnya Trilogi van Deventer yang kemudian disebut sebagai politik etis, meningkatlah tingkat kemelekan rakyat Indonesia. Setelah berdirinya Boedi Oetomo muncullah kaum terpelajar yang mendirikan organisasi di setiap daerah. Jong Ambon (1909), Jong Java dan Jong Celebes (1917), Jong Sumatera dan Jong Minahasa (1918). Berdiri juga Muhammadiyah(1912), Nahdlatul Ulama (1926), dan kemudian pada tahun 1927 berdiri Partai Nasional Indonesia. Kemudian terus bermunculan pergerakan berbasis nasionalisme di Indonesia.

Semangat nasionalisme bukan saat itu saja, tapi harus mengakar dan tetap hingga sekarang ada dalam jiwa-jiwa kita. 1908, 1928, 1945,1966, 1975, 1998 bukan hanya tahun mengenang hegemoni kejayaan. Tapi kita lihat bangsa kita saat ini. TAK MAU KAH KITA BERGERAK BAGI BANGSA???

Setiap kali kita ada musuh bersama, Indonesia bersatu.
Sudah saatnya kita menyadari bahwa sebenarnya, apapun yang terjadi di Indonesia, sesungguhnya kita selalu dan tidak pernah tidak cinta dengan Indonesia.
Mungkin selama ini ada yang tidak mau kita bersatu.
Mungkin ada yang selama ini takut kalau Indonesia menjadi negara adidaya.
Mungkin selama ini ada yang sebenarnya tahu apa yang negara kita bisa lakukan kalau kita bersatu.
Mungkin, sudah waktunya kita buktikan siapa diri kita sebenarnya.
Mungkin sudah waktunya kita mencuci bersih keburukan kita dengan mulai melakukan sesuatu
untuk kebaikan Indonesia, BERSAMA-SAMA.

Kukutip dari

By_Pandji Pragiwaksono

Satukan barisan ‘tuk perubahan
Bagi agama, bangsa dan almamater.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s